Skip to main content

Posts

Featured

Secarik Kisah Ketika Singgah di Folk, Ubud

Folk Kitchen & Espresso, demikianlah nama yang disematkan untuk tempat ini. Sebuah cafe mungil dengan dekor bergaya klasik dan sederhana namun dengan mudah membuat saya merasa betah. Sebagian besar sisi dindingnya berwarna cokelat dihias dengan ukiran cat putih, mengingatkan saya pada goa di film-film fiksi seperti Tomb Raider. Hari itu merupakan salah satu akhir pekan yang saya habiskan bersama Sylvia, karena sudah lama kami berencana untuk menjajal daerah Ubud. Katakanlah, kami berdua memiliki cinta terpendam kepada Ubud. Ironisnya, kami justru sangat jarang mengunjungi kawasan tersebut, kadang terhalang waktu, tapi terlebih lagi karena terhalang jarak. Dibutuhkan 30 hingga 45 menit untuk menuju Ubud, yang sebenarnya tidak terlalu jauh jika dibandingkan dengan jarak perjalanan di tengah kemacetan ibukota Jakarta. Entahlah, tapi semoga saja setelah menulis ini, saya jadi lebih terpanggil untuk ke Ubud yah. 







Hanya dua menu sehat yang kami pesan siang itu, salad buah dan omelette. K…

Latest Posts

Pesona Shirakawa-go, Desa di Tengah Salju

Pengalaman Pertama Bersentuhan dengan Salju di #terravelingjapan

Nepal: Never Ending Peace And Love